Fakultas Farmasi

Dosen FFUI Terpilih sebagai Delegasi Indonesia pada 75th Lindau Nobel Laureate Meeting

Gambar 1. apt. Delly Ramadon, M.Farm., Ph.D. (Dosen FFUI; Delegasi Indonesia pada 75th Lindau Nobel Laureate Meeting)

Depok, 1 April 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional melalui capaian salah satu dosen, yaitu Delly Ramadon, M.Farm., Ph.D., yang terpilih sebagai Delegasi Indonesia untuk mengikuti ajang bergengsi 75th Lindau Nobel Laureate Meeting yang diselenggarakan pada 28 Juni – 3 Juli 2026 di Lindau. Capaian ini menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kompetensi akademik, kontribusi ilmiah, serta rekam jejak penelitian yang dimiliki oleh dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dalam bidang ilmu kefarmasian dan kesehatan.

Informasi mengenai terpilihnya Dr. Delly sebagai Delegasi Indonesia pada kegiatan tersebut pertama kali diumumkan oleh Direktorat Pendanaan dan Ekosistem Riset Universitas Indonesia pada hari Selasa (31/3) melalui akun Instagram resminya, dper_ui, sebagai bentuk apresiasi terhadap dosen Universitas Indonesia yang berhasil meraih kesempatan mengikuti forum ilmiah internasional bergengsi tersebut. Pengumuman tersebut sekaligus menegaskan dukungan Universitas Indonesia dalam mendorong partisipasi sivitas akademika pada kegiatan ilmiah tingkat global.

Selain Dr. Delly Ramadon, Universitas Indonesia juga mengirimkan delegasi lainnya untuk mengikuti kegiatan ini, yaitu Ferry Anggoro A. Nugroho, B.Eng., M.Sc., Ph.D., dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia. Keterlibatan dua dosen Universitas Indonesia dalam forum ilmiah internasional ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong keunggulan riset serta memperluas jejaring kolaborasi global.

Proses seleksi untuk mengikuti kegiatan Lindau Nobel Laureate Meeting dilakukan secara berjenjang dan sangat kompetitif. Pada tahap awal, sekitar 147 kandidat dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti proses seleksi di tingkat nasional. Dari jumlah tersebut, kemudian disaring menjadi 15 kandidat terbaik yang diusulkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Dikti) kepada panitia penyelenggara di Lindau. Selanjutnya, dari 15 kandidat yang diusulkan tersebut, terpilih 7 delegasi Indonesia yang dinyatakan lolos untuk mengikuti kegiatan internasional tersebut, dan 2 di antaranya berasal dari Universitas Indonesia, termasuk Dr. Delly Ramadon. Proses seleksi yang ketat ini menunjukkan tingginya standar kompetensi dan kualitas akademik yang harus dipenuhi oleh setiap peserta.

Lindau Nobel Laureate Meeting merupakan forum ilmiah internasional prestisius yang mempertemukan para peraih Hadiah Nobel dengan ilmuwan muda terbaik dari berbagai negara di dunia. Kegiatan yang telah diselenggarakan sejak tahun 1951 ini bertujuan untuk mendorong dialog ilmiah lintas generasi, memperkuat jejaring kolaborasi global, serta menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di berbagai bidang sains. Setiap peserta yang terpilih untuk mengikuti kegiatan ini harus melalui proses seleksi yang sangat ketat berdasarkan prestasi akademik, kontribusi penelitian, publikasi ilmiah, serta potensi kepemimpinan dalam bidang keilmuan. Oleh karena itu, keterpilihan dosen Universitas Indonesia dalam forum ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan bagi institusi dan dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui wawancara terpisah, menanggapi pencapaian tersebut, Dr. Delly Ramadon menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan yang diberikan untuk mewakili Indonesia dalam forum ilmiah internasional tersebut. Beliau menyatakan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk belajar langsung dari para ilmuwan dan peraih Nobel, sekaligus memperluas wawasan dan jejaring kolaborasi internasional yang dapat mendukung pengembangan riset dan pendidikan di bidang kefarmasian.

“Saya merasa sangat bersyukur dan terhormat dapat terpilih sebagai delegasi Indonesia pada Lindau Nobel Laureate Meeting. Kesempatan ini menjadi peluang yang sangat berharga untuk bertukar pengetahuan, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta membawa inspirasi baru dalam pengembangan riset dan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia,” ujar Dr. Delly.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D., turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian yang diraih oleh Dr. Delly Ramadon. Beliau menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa dosen FFUI memiliki daya saing dan kapasitas yang diakui di tingkat internasional.

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. Delly Ramadon atas terpilihnya sebagai delegasi Indonesia pada Lindau Nobel Laureate Meeting. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dalam mendorong keunggulan akademik, riset, dan kolaborasi internasional. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ungkap Dekan FFUI.

Melalui capaian ini, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas dosen dan peneliti dalam forum ilmiah internasional, serta memperkuat reputasi institusi sebagai pusat pendidikan dan penelitian kefarmasian yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Prestasi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi riset internasional yang lebih luas serta memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Scroll to Top