
Depok, 15 April 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) menerima kunjungan Prof. Gregory Monteith, selaku Director of Global Engagement & Professorial Research Fellow, School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, The University of Queensland (UQ), Australia, dalam rangka memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan dan riset. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Farmasi UI untuk memperluas jejaring kolaborasi global serta meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang farmasi.
Kegiatan kunjungan dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, dan diawali dengan agenda executive meeting yang membahas potensi kerja sama antara FFUI dan The University of Queensland. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf fakultas bersama perwakilan dari The University of Queensland.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian, termasuk rencana program akademik bersama, kegiatan riset kolaboratif, serta penguatan mobilitas mahasiswa. Diskusi juga menjadi langkah awal untuk meninjau kembali dokumen kerja sama dan merancang bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan peningkatan kualitas penelitian di bidang farmasi.

Agenda kunjungan dilanjutkan dengan kegiatan kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Gregory Monteith dengan topik “Drug Discovery and Development Approaches for Cancer Therapy and the Masters of Pharmaceutical Industry Practice at the University of Queensland, Australia.” Kuliah ini dihadiri oleh mahasiswa dan sivitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan akademik mengenai perkembangan terkini dalam penelitian obat kanker dan pendidikan farmasi di tingkat internasional.
Dalam pemaparannya, Prof. Gregory Monteith menjelaskan bahwa homeostasis ion kalsium (Ca²⁺) memiliki peran penting dalam mengatur proses biologis sel, termasuk proliferasi dan apoptosis sel yang berkaitan dengan perkembangan kanker. Keseimbangan kadar kalsium di dalam sel dikendalikan oleh kanal ion kalsium, dan gangguan pada sistem ini dapat berkontribusi terhadap proses tumorigenesis.
Salah satu contoh yang dibahas adalah kanal ion TRPV6, yang diketahui memiliki peran dalam pengaturan kadar kalsium dalam sel dan berpotensi menjadi target terapi untuk beberapa jenis kanker, seperti kanker prostat dan kanker payudara. Penelitian Prof. Gregory Monteith berfokus pada pemahaman mekanisme persinyalan kalsium dalam sel serta pemanfaatannya dalam identifikasi target obat baru untuk terapi kanker. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengembangkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker atau memicu kematian sel kanker melalui pengaturan jalur sinyal kalsium secara spesifik.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, The University of Queensland juga membuka peluang bagi mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia yang berminat untuk melanjutkan studi di universitas tersebut, khususnya pada program Master of Pharmaceutical Industry Practice. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri farmasi global, termasuk dalam pengembangan produk, regulasi, serta manajemen industri farmasi.
Melalui kegiatan kunjungan dan kuliah tamu ini, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia berharap kerja sama dengan The University of Queensland dapat terus berkembang dalam bentuk program pendidikan dan penelitian kolaboratif yang berkelanjutan, serta mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi di bidang farmasi dan kesehatan.