
Gambar 1. Wakil Dekan I FF dan FKM UI beserta jajaran.
Depok, 17 Juli 2026 – Fakultas Farmasi (FF) Universitas Indonesia (UI) menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI pada Kamis (16/7) dalam rangka mempelajari pengelolaan Program Studi Profesi Apoteker sebagai referensi bagi rencana pengembangan Program Studi Profesi di lingkungan FKM UI. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat PA 212, Gedung A Rumpun Ilmu Kesehatan UI ini menjadi wadah berbagi praktik baik mengenai penyelenggaraan pendidikan profesi, mulai dari tata kelola akademik, kurikulum, hingga sistem pembelajaran berbasis praktik.
Delegasi FKM UI dipimpin oleh Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, didampingi Dr. Laila Fitria, S.K.M., M.Kes., Manajer Akademik, Internasionalisasi, dan Kemahasiswaan, Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M., Manajer Kerja Sama dan Ventura, Dr. Fitri Kurniasari, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D., Ketua Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan, Dr. Zakianis, S.K.M., M.K.M., Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan, serta perwakilan Program Studi Kesehatan Masyarakat. Sementara itu, Fakultas Farmasi UI diwakili oleh Dr. apt. Santi Purna Sari, M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Dr. apt. Baitha Palanggatan Maggadani, M.Farm., Manajer Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Dr. apt. Catur Jatmika, M.Si., Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Dr. apt. Meidi Utami Puteri, M.Sc., Ph.D., Sekretaris Program Studi Profesi Apoteker, serta Dr. apt. Atika Wahyu Puspitasari, M.Farm., Ketua Program Studi Sarjana Farmasi.

Gambar 2. Dr. apt. Santi Purna Sari, M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FFUI.
Mengawali kegiatan, Dr. apt. Santi Purna Sari, M.Si. menyampaikan apresiasi atas kunjungan benchmarking yang dilakukan oleh FKM UI. Menurutnya, kolaborasi antarfakultas menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan pendidikan profesi yang berkualitas, terutama melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan di masing-masing program studi.
“Kami menyambut baik kunjungan benchmarking dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Semoga melalui diskusi dan pertukaran pengalaman ini, berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Program Studi Profesi Apoteker dapat menjadi referensi dalam pengembangan program studi profesi di FKM UI, sehingga dapat mendukung penyelenggaraan pendidikan profesi yang berkualitas,” ujar Dr. Santi.

Gambar 3. Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI.
Sementara itu, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc. menjelaskan bahwa benchmarking ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan FKM UI dalam membuka Program Studi Profesi, sejalan dengan amanat Undang-Undang Kesehatan yang mendorong penyelenggaraan pendidikan profesi bagi bidang Gizi Kesehatan Masyarakat. Ia menilai pengalaman Fakultas Farmasi UI dalam mengelola Program Studi Profesi Apoteker menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi FKM UI.
“Kami ingin belajar dari pengalaman Fakultas Farmasi UI yang telah lebih dahulu menyelenggarakan pendidikan profesi. Berbagai masukan mengenai kurikulum, tata kelola akademik, wahana praktik, hingga sistem evaluasi akan menjadi bekal penting bagi kami dalam mempersiapkan penyelenggaraan Program Studi Profesi di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI,” ungkap Prof. Besral.

Gambar 4. Dr. apt. Catur Jatmika, M.Si., Ketua Program Studi Profesi Apoteker FFUI.
Memasuki agenda utama, Dr. apt. Catur Jatmika, M.Si. memaparkan pengelolaan Program Studi Profesi Apoteker di Fakultas Farmasi UI. Paparan tersebut mencakup penyusunan kurikulum berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), beban studi dan akumulasi jam pembelajaran, pengelolaan wahana praktik kerja profesi, hingga mekanisme evaluasi kompetensi melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya dukungan regulasi nasional melalui Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dan Kolegium Farmasi sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan profesi di Indonesia.
Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek strategis dalam penyelenggaraan program studi profesi. Topik yang didiskusikan meliputi kualifikasi dosen pengampu, strategi penyediaan wahana praktik, penentuan jumlah SKS dan jam pembelajaran, mekanisme evaluasi kompetensi, hingga proses rekrutmen mahasiswa. Tim Fakultas Farmasi UI juga berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan profesi serta memberikan sejumlah rekomendasi berdasarkan praktik yang telah diterapkan di Program Studi Profesi Apoteker.
Dalam kesempatan tersebut, Fakultas Farmasi UI juga mendorong FKM UI untuk memperluas benchmarking ke program studi profesi lain yang memiliki karakteristik serupa agar memperoleh perspektif yang lebih komprehensif dalam menyusun tata kelola dan sistem pendidikan profesi. Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua fakultas untuk terus membuka ruang diskusi dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Fakultas Farmasi UI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI dapat terus terjalin dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan profesi di Universitas Indonesia.