
Gambar. Tim ekspedisi patriot UI.
Depok, 3 Agustus 2026 — Dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), apt. Tri Wahyuni, S.Farm., M.Biomed., Ph.D., terpilih sebagai Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI Tahun 2026 untuk wilayah Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Hasil seleksi tersebut diumumkan oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia pada 3 Juni 2026.
Dalam program Ekspedisi Patriot UI 2026, apt. Tri Wahyuni memimpin kegiatan bertajuk “Hilirisasi Produk: Pengolahan Produk Turunan Berdaya Nilai Ekonomi Bioprospeksi”. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi sumber daya hayati lokal di kawasan Werianggi–Werabur melalui riset, pengolahan, dan pengembangan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi.
Kawasan Werianggi–Werabur memiliki kekayaan sumber daya hayati yang beragam, dengan sejumlah komoditas yang telah teridentifikasi, antara lain pala, pisang, kakao, sagu, durian, dan kayu lawang. Selama ini, sebagian komoditas tersebut masih dimanfaatkan secara tradisional atau dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah ekonominya belum optimal.
Melalui program yang dipimpinnya, apt. Tri Wahyuni bersama tim akan mengeksplorasi potensi bioprospeksi dari sumber daya lokal dan menghasilkan data riset yang dapat menjadi dasar pengembangan produk turunan. Pengembangan tersebut mencakup potensi pemanfaatan bahan lokal sebagai bahan obat, bahan baku obat, kosmetik, maupun suplemen.
Program ini dirancang menggunakan pendekatan science to industry yang mempertemukan masyarakat lokal, akademisi, dan mitra industri. Tahapan kegiatan mencakup eksplorasi dan koleksi bahan baku, riset laboratorium dan standardisasi, pengembangan produk turunan, penjajakan kemitraan industri, edukasi masyarakat, hingga penjajakan prospek pemasaran dan penyusunan rantai pasok.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Ekspedisi Patriot UI 2026, pada 24 Juli 2026 seluruh tim ekspedisi mengikuti pelepasan resmi oleh Rektor Universitas Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Ekspedisi Patriot UI 2026 sekaligus persiapan tim sebelum menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
Selanjutnya, pada 25–27 Juli 2026, tim Ekspedisi Patriot UI mendapatkan pembekalan dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tim untuk memahami konteks wilayah dan pelaksanaan kegiatan sebelum turun ke lapangan.
Bagi tim yang dipimpin apt. Tri Wahyuni, tahapan persiapan tersebut menjadi bekal untuk menjalankan program di Kawasan Werianggi–Werabur. Dalam proposalnya, kegiatan lapangan dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari eksplorasi dan pengumpulan bahan baku, penelitian dan standardisasi, pengembangan produk, hingga edukasi serta penjajakan kemitraan.
Sebagai Ketua Tim, apt. Tri Wahyuni bertanggung jawab atas koordinasi umum, pelaporan, dan integrasi hasil kegiatan. Ia akan bekerja bersama Salsabilla Azahra, S.Si.; Muhammad Junaidi, S.P.; Agung Hutomo Mandala Putra, S.P.; Gloria Napitupulu, S.Agr.; dan Sela Viviani, S.Si. Tim juga didukung sejumlah pakar dari UI dan BRIN dengan keahlian di bidang fitokimia/herbal, farmakologi, vaksin, kimia in silico, mikrobiologi, dan teknologi farmasi.
Kegiatan Ekspedisi Patriot UI 2026 direncanakan berlangsung selama empat bulan dengan rangkaian kegiatan yang mencakup persiapan, mobilisasi dan kajian awal, pengumpulan data dan riset, pengembangan produk, serta penjajakan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini memiliki luaran berupa data potensi sumber daya hayati dan produk inovatif berbahan lokal. Lebih jauh, kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam mengenali serta mengolah potensi sumber daya hayati di wilayahnya, sekaligus membuka peluang pengembangan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Keterlibatan apt. Tri Wahyuni dalam Ekspedisi Patriot UI 2026 membawa keilmuan farmasi ke dalam konteks pengembangan potensi wilayah dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis riset, program di Werianggi–Werabur diharapkan dapat mempertemukan kekayaan hayati lokal, pengetahuan masyarakat, riset akademik, teknologi pengolahan, dan peluang pengembangan ekonomi secara berkelanjutan.