Skip to main content

Fakultas Farmasi

Menambah Wawasan Mahasiswa dan Dosen tentang Uji Sensori Produk Kosmetik, FFUI Hadirkan Praktisi Industri Kosmetika dalam Kuliah Tamu

Gambar 1. Hands-on praktik uji sensori.

Depok, 6 Agustus 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) menyelenggarakan Kuliah Tamu pada Mata Kuliah Teknologi Kosmetika dengan judul “Sensory Measurement – Evaluation and Testing of Cosmetic Products” pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Besar, Gedung Pascasarjana FFUI, ini diikuti oleh 47 peserta, terdiri atas 41 mahasiswa dan 6 dosen.

Kuliah tamu menghadirkan Dra. Mediana Hadiwidjaja, M.M., Ph.D., President Director and Founder PT Infinisia Sumber Semesta, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi industri kosmetika memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk memperluas pemahaman mengenai penerapan uji sensori dalam evaluasi produk kosmetik sekaligus melihat penerapannya dari perspektif industri.

Gambar 2. Pemaparan materi konsep dan penerapan uji sensori pada produk kosmetik oleh Dra. Mediana Hadiwidjaja, M.M., Ph.D.

Dalam pemaparannya, Dr. Mediana menjelaskan konsep dan penerapan uji sensori pada produk kosmetik, termasuk bagaimana penilaian sensori dapat digunakan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik suatu produk. Materi disampaikan secara aplikatif melalui contoh dan praktik sehingga peserta dapat menghubungkan konsep yang diberikan dengan proses pengujian produk secara langsung.

“Tekstur merupakan faktor kunci dari keberhasilan suatu produk kosmetik. Uji sensori merupakan salah satu cara untuk memahami bagaimana konsumen merasakan dan menilai tekstur suatu produk kosmetik,” jelas Dr. Mediana.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi dengan sesi hands-on berupa praktik uji sensori menggunakan metode pair test serta pengujian dengan menggunakan skala. Melalui praktik tersebut, mahasiswa berkesempatan mencoba secara langsung proses pengujian dan memahami bagaimana respons sensori terhadap produk dapat diamati dan dinilai.

Pada pelaksanaan pair test, peserta diminta mencocokkan empat produk dengan empat produk lainnya berdasarkan karakteristik sensori yang sama. Dari kegiatan tersebut, tujuh mahasiswa berhasil memberikan jawaban yang tepat, menunjukkan keterlibatan aktif peserta dalam mengikuti praktik pengujian.

Selain memberikan materi dan praktik, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara peserta dan narasumber. Mahasiswa dan dosen dapat mengajukan pertanyaan serta membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan uji sensori produk kosmetik, sehingga materi yang diperoleh dapat dipahami dalam konteks yang lebih dekat dengan kebutuhan pengembangan produk.

Gambar 3. Pemberian Dukungan Bahan Baku untuk Pengembangan Riset Akademik di FFUI secara simbolis dari Infinisia ke FFUI yang diwakilkan oleh Dr. apt. Sutriyo, M.Si., salah satu dosen pengampu Mata Kuliah Teknologi Kosmetika.

Tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, PT Infinisia Sumber Semesta juga memberikan dukungan berupa bahan baku untuk pengembangan riset akademik. Dukungan tersebut menjadi bagian dari hubungan yang dibangun antara FFUI dan industri, sekaligus membuka peluang pemanfaatan bahan baku dalam mendukung kegiatan penelitian di bidang kosmetika.

Kolaborasi tersebut mempertemukan kebutuhan akademik dengan pengalaman dan sumber daya dari industri kosmetika. Bagi FFUI, keterlibatan praktisi industri sekaligus dukungan terhadap riset memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan perkembangan dan kebutuhan nyata di bidang kosmetika.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran uji sensori dalam teknologi kosmetika serta mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan praktik evaluasi produk. Sementara itu, dukungan dari PT Infinisia Sumber Semesta turut memberikan ruang bagi pengembangan riset akademik dan memperluas peluang kolaborasi antara FFUI dan industri kosmetika.

Scroll to Top