Skip to main content

Fakultas Farmasi

Program Studi Doktor Ilmu Farmasi FFUI Jalani Asesmen Lapangan, Perkuat Kualitas Pendidikan Doktoral

Gambar 1. Tim Asesor bersama Pimpinan dan sivitas akademika FFUI yang merupakan tim task force.

Depok, 9 Agustus 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) menyelenggarakan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Doktor Ilmu Farmasi pada 5–8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akreditasi yang bertujuan untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi terhadap berbagai informasi yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi, sekaligus memperoleh gambaran secara langsung mengenai penyelenggaraan Program Studi Doktor Ilmu Farmasi.

Asesmen lapangan dihadiri oleh tim asesor yang terdiri atas Prof. Dr. rer. nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku Ketua Tim Asesor, Prof. Dr. apt. Ajeng Diantini, M.Si. dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta Prof. apt. Tutik Sri Wahyuni, M.Si., Ph.D. dari Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai Asesor Magang.

Rangkaian asesmen berlangsung melalui proses presentasi, diskusi, klarifikasi, verifikasi dokumen, visitasi sejumlah fasilitas pendukung pendidikan, serta wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses penilaian untuk melihat kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan standar yang ditetapkan.

Gambar 2. Kunjungan Fasilitas, salah satunya adalah RSUI.

Dalam proses asesmen, tim asesor juga melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas pendukung pendidikan, antara lain Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK), Perpustakaan Pusat UI, Indonesia Research and Learning Center (ILRC), serta Gedung Pascasarjana. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dukungan fasilitas dan sarana prasarana terhadap proses pembelajaran di lingkungan Universitas Indonesia.

Dekan Fakultas Farmasi UI, Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan proses asesmen yang dilakukan oleh tim asesor. Menurutnya, asesmen lapangan tidak hanya menjadi bagian dari proses akreditasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi FFUI untuk memperoleh perspektif dan masukan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Gambar 3. Sambutan oleh Dekan FFUI, Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D.

“Asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Farmasi UI untuk mendapatkan masukan dan perspektif dari para asesor. Kami berharap seluruh proses dapat berlangsung secara terbuka dan konstruktif sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi pijakan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan mutu Program Studi Doktor Ilmu Farmasi,” ujar Prof. Silvia.

Selama pelaksanaan asesmen, tim asesor bersama jajaran pimpinan dan tim pengelola program studi melakukan klarifikasi terhadap Laporan Evaluasi Diri (LED) serta kelengkapan dokumen data dukung. Proses tersebut dilanjutkan dengan penyusunan dan finalisasi draf berita acara berdasarkan hasil verifikasi, validasi, dan wawancara yang telah dilakukan.

Gambar 3. Diskusi dan Klarifikasi Tim Asesor dan Tim Task Force FFUI.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi dan finalisasi draf berita acara bersama pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi, tim penyusun borang, dosen, tenaga kependidikan, serta peserta undangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan penutupan, serta penyerahan cinderamata kepada tim asesor.

Dalam sambutan penutupnya, Prof. Silvia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim asesor dan sivitas akademika yang telah terlibat dalam rangkaian asesmen lapangan.

“Atas nama Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim asesor atas waktu, perhatian, serta berbagai masukan yang telah diberikan selama proses asesmen. Berbagai catatan dan rekomendasi yang diperoleh akan menjadi bahan penting bagi kami untuk terus memperkuat kualitas dan tata kelola Program Studi Doktor Ilmu Farmasi.”

Dengan berakhirnya rangkaian asesmen lapangan, Program Studi Doktor Ilmu Farmasi membawa sejumlah catatan dan perspektif baru yang dapat ditindaklanjuti dalam perjalanan pengembangannya. Proses ini menjadi ruang untuk melihat kembali penyelenggaraan pendidikan secara lebih menyeluruh sekaligus memperkuat arah pengembangan program studi di masa mendatang.

Scroll to Top