Fakultas Farmasi

Fakultas Farmasi UI Selenggarakan Guest Lecture Bahas Monitoring dan Pengendalian Proyek Kesehatan Bersama Dirjen Farmalkes Kemenkes RI

Depok, 3 Desember 2025 – Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FF UI) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertajuk “Mekanisme Monitoring dan Pengendalian pada Proyek Kesehatan” pada Selasa, 2 Desember 2025, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. apt. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm., MARS., sebagai narasumber utama.

Guest Lecture ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika Fakultas Farmasi UI, sebagai bagian dari upaya penguatan pemahaman akademik dan praktis terkait tata kelola proyek kesehatan di tingkat nasional. Kegiatan diawali dengan penyesuaian teknis pelaksanaan daring, sebelum memasuki sesi utama pemaparan materi oleh narasumber.

Dalam kuliahnya, Dr. Lucia Rizka Andalusia menekankan pentingnya mekanisme monitoring dan pengendalian dalam setiap proyek kesehatan guna memastikan keberlanjutan, efektivitas program, serta ketepatan sasaran kebijakan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan proyek kesehatan sangat ditentukan oleh indikator kinerja yang jelas, evaluasi rutin, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Dr. Rizka juga memaparkan berbagai inisiatif Kementerian Kesehatan RI dalam digitalisasi data kesehatan, salah satunya melalui platform “Indonesia Sehat” yang mengintegrasikan data dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Menurutnya, integrasi data menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem pemantauan, perencanaan intervensi, serta evaluasi program kesehatan bagi populasi nasional yang sangat besar dan beragam.

Dalam diskusi lebih lanjut, Dr. Rizka menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasi proyek kesehatan, terutama terkait kesenjangan infrastruktur, logistik, dan kualitas data di berbagai daerah. Ia menjelaskan bahwa tidak seluruh target proyek dapat tercapai secara seragam, namun intervensi berkelanjutan seperti pemeriksaan kesehatan masyarakat dan tindak lanjut pelayanan tetap memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.

Aspek kualitas data kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam kuliah tamu ini. Dr. Rizka menegaskan bahwa kualitas data yang rendah dapat berdampak langsung pada kesalahan perumusan kebijakan dan alokasi sumber daya. Ia juga menjelaskan sistem pengawasan yang diterapkan Kementerian Kesehatan, di mana fasilitas pelayanan kesehatan yang gagal memenuhi standar integrasi dan mutu data berisiko menghadapi konsekuensi serius, mulai dari penurunan penilaian kinerja hingga kehilangan akreditasi dan kerja sama dengan pemerintah.

Selain itu, Dr. Rizka memaparkan penerapan skema anggaran dan insentif berbasis kinerja, yang dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas layanan dan pelaporan data di fasilitas kesehatan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem kesehatan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Melalui Guest Lecture ini, Fakultas Farmasi UI berharap mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh wawasan komprehensif mengenai praktik nyata monitoring dan pengendalian proyek kesehatan di tingkat nasional, sekaligus memahami peran strategis tenaga kefarmasian dalam mendukung kebijakan kesehatan berbasis data dan bukti ilmiah.

Scroll to Top