Fakultas Farmasi

Seluruh Delegasi Mahasiswa Farmasi Universitas Indonesia Torehkan Prestasi Juara dalam Asia Pacific Pharmaceutical Symposium 2026 di Surabaya, Indonesia

Depok, 15 Juli 2026 – Delegasi mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 7–14 Juli 2026. Keberhasilan tersebut diraih melalui berbagai kategori kompetisi, mulai dari Compounding Event, Scientific Poster Competition, Clinical Skills Event, Industrial Skills Event, hingga Vlog Competition. Tidak hanya itu, delegasi UI juga berhasil meraih penghargaan di bidang organisasi.

Pada Compounding Event yang mengusung tema “Extemporaneous Compounding: Interpretation, Accuracy, Precision”, tim delegasi Fakultas Farmasi UI yang terdiri atas Kelly Ellyana Abriale dan Adli Shalhan berhasil meraih juara pertama (Winner). Kelly Ellyana Abriale mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi kompetisi ini dilakukan dengan kembali mempelajari dasar-dasar farmasetika yang telah diperoleh selama perkuliahan di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Selain itu, ia juga melakukan pendalaman terhadap materi terkait pembuatan berbagai bentuk sediaan farmasi agar lebih siap menghadapi tantangan selama perlombaan. 

Menurut Adli Shalhan, tingkat persaingan dalam kompetisi ini cukup tinggi karena diikuti oleh mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di kawasan Asia-Pasifik. Berhadapan dengan peserta dari berbagai negara membuatnya sempat khawatir tentang perkembangan pengetahuan dan kemampuan peserta lain. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi untuk mempersiapkan diri dengan lebih maksimal dan menampilkan performa terbaik selama kompetisi berlangsung. 

Kelly Ellyana Abriale juga menyampaikan bahwa pembelajaran di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia berperan penting dalam membantu mereka meraih penghargaan tersebut. “Saya dan Adli merasa sangat terbantu dengan berbagai mata kuliah di FF UI yang berkaitan dengan compounding, mulai dari Farmasetika hingga Teknologi Sediaan Larutan, Semisolida, dan Steril. Setiap mata kuliah tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktikum sehingga kami memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pembuatan berbagai bentuk sediaan farmasi,” ungkap Kelly Ellyana Abriale.

Gambar 1. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Kelly Ellyana Abriale dan Adli Shalhan, berhasil meraih gelar 1st Place dalam Compounding Event pada Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 di Surabaya, Indonesia.

Tidak berhenti pada satu kategori perlombaan, delegasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) juga menorehkan hasil membanggakan melalui ajang Scientific Poster Competition. Partisipasi aktif mahasiswa Farmasi UI dalam kompetisi ini ditunjukkan melalui capaian dua tim delegasi yang berhasil melaju ke babak final presentasi. Pada akhirnya, kedua tim delegasi tersebut berhasil keluar sebagai pemenang, yaitu tim Javto Abimanyu Prakoso, Hanara Azka Rananda, dan Ayska Mayra Nasution yang meraih juara pertama (Winner), serta tim Kelvin Ricardo, Woo Haram, dan Carissa Araminta yang berhasil meraih posisi 2nd Runner-Up.

Javto Abimanyu Prakoso mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam persiapan kompetisi adalah menentukan ide penelitian karena tema yang diberikan bersifat umum. Tim kemudian melakukan berbagai sesi brainstorming hingga menemukan gagasan yang sesuai dengan minat dan ketertarikan seluruh anggota. “Kami mengangkat diabetes dan menggabungkannya dengan artificial intelligence (AI) karena diabetes merupakan penyakit yang cukup personal dalam kehidupan saya, sementara AI merupakan topik yang sangat menarik untuk dikaji,” ungkap Javto Abimanyu Prakoso.

Hanara Azka Rananda menambahkan bahwa tim juga melakukan bimbingan untuk mematangkan konsep penelitian, berlatih presentasi dan sesi tanya jawab, serta mempersiapkan berbagai properti pendukung untuk memperkuat penyampaian presentasi. Meskipun jumlah peserta tidak sebanyak kategori Creative Poster, tingkat persaingan tetap sangat tinggi. Dari lima tim yang berhasil melaju ke babak final, seluruhnya menampilkan karya dan presentasi yang sangat baik. “Saat sesi tanya jawab, juri hanya mengajukan dua pertanyaan kepada kami. Kami sempat merasa kurang percaya diri dan mengira bahwa poster kami belum cukup menarik dibandingkan dengan peserta lain. Namun, kami bersyukur hasil akhirnya justru melampaui ekspektasi,” ujar Hanara Azka Rananda. 

Tidak hanya melalui proses persiapan yang matang, Ayska Mayra Nasution juga menilai bahwa dukungan dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia berperan besar dalam keberhasilan timnya. Menurutnya, paparan terhadap pemanfaatan artificial intelligence (AI) di lingkungan Fakultas Farmasi UI sangat luas, baik melalui kegiatan pembelajaran maupun berbagai diskusi bersama dosen dan sesama mahasiswa. “Saya merasa kesempatan ini tidak akan bisa kami raih tanpa bimbingan Pak Rezi yang memberikan perspektif lebih luas mengenai penerapan AI di bidang farmasi. Bekal tersebut sangat membantu kami dalam mengembangkan ide penelitian hingga dapat bersaing di tingkat internasional,” ungkap Ayska Mayra Nasution. 

Gambar 2. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Ayska Mayra Nasution, Javto Abimanyu Prakoso, dan Hanara Azka Rananda, berhasil meraih gelar 1st Place dalam Scientific Poster Competition pada Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 di Surabaya, Indonesia.

Sementara itu, tim yang terdiri atas Kelvin Ricardo, Woo Haram, dan Carissa Araminta berhasil meraih posisi 2nd Runner-Up dalam kategori yang sama. Carissa Araminta mengungkapkan bahwa tim menghabiskan cukup banyak waktu untuk menentukan topik penelitian karena tema yang diberikan panitia bersifat umum. Selama proses persiapan, tim juga melakukan bimbingan bersama Pak Heri dan beberapa kali melakukan revisi terhadap judul penelitian hingga akhirnya memilih topik silymarin. “Kami memilih topik silymarin karena masih terdapat efek samping dari finasteride, sehingga alternatif terapi ini menjadi menarik untuk dikaji,” ungkapnya.

Menurut Woo Haram, persaingan dalam kompetisi ini cukup ketat karena banyak peserta mengangkat topik dengan pembahasan yang kompleks, seperti kanker. Selain itu, beberapa peserta menggunakan metode literature review, sementara timnya menggunakan narrative review. Pertanyaan dari juri pada sesi presentasi juga menjadi tantangan tersendiri karena menuntut tim untuk memahami materi yang dibawakan secara mendalam.

Kelvin Ricardo menambahkan bahwa mata kuliah Metodologi Penelitian membantu tim dalam menyusun poster ilmiah, mulai dari mencari dan menyusun literatur hingga menyajikan isi poster secara sistematis. Bimbingan dari Pak Heri terkait penyusunan poster saintifik yang baik juga turut membantu tim selama proses persiapan kompetisi.

Gambar 3. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Kelvin Ricardo, Carissa Araminta, dan Woo Haram, berhasil meraih gelar 2nd Runner-Up dalam Scientific Poster Competition pada Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 di Surabaya, Indonesia.

Rangkaian prestasi delegasi Fakultas Farmasi UI berlanjut melalui Clinical Skills Event. Seluruh tim delegasi UI berhasil mengamankan tempat di babak final, dengan dua tim berkompetisi pada kategori CSE Beginner dan satu tim pada kategori CSE Advanced. Salah satu tim UI pada kategori CSE Beginner yang terdiri atas Carissa Araminta, Woo Haram, dan Felicia Theodora berhasil meraih gelar 1st Runner-Up.

Carissa Araminta mengungkapkan bahwa tantangan terbesar datang dari materi yang sebelumnya belum pernah dipelajari di perkuliahan. “Kami belum mendapatkan mata kuliah modul kardiovaskular di tahun kedua, sehingga kami sangat mengandalkan buku-buku referensi dan guideline yang direkomendasikan Ibu Indri,” ungkap Carissa. 

Di sisi lain, Woo Haram turut membagikan strategi yang dilakukan tim selama mempersiapkan kompetisi. Menurutnya, pada tahap preliminary, ia berfokus untuk memahami pola soal dan mengidentifikasi guideline yang paling sering dijadikan acuan oleh penyelenggara. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ia bersama tim kemudian menyusun berbagai strategi, mulai dari menentukan urutan pengerjaan soal hingga merancang skenario penyelesaian untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat muncul pada babak final. Persiapan tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi tim dalam menghadapi kompetisi dengan lebih percaya diri. “Banyak peserta berasal dari universitas yang memiliki program pembinaan khusus, dengan latihan yang sangat intensif, pemantauan perkembangan setiap hari oleh pihak universitas, hingga melalui proses seleksi internal sebelum mewakili institusinya,” ucap Woo Haram. 

Di balik berbagai tantangan tersebut, Felicia Theodora mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan penuh yang diberikan oleh Fakultas Farmasi Universitas Indonesia selama kompetisi berlangsung. “Pembelajaran di Fakultas Farmasi UI telah memberikan saya dasar yang kuat untuk memahami topik-topik kompleks. Tidak lupa, dukungan dari pembimbing kami, Ibu Indri, sangat signifikan terhadap persiapan belajar kami mulai dari latihan soal, rekomendasi buku bacaan, dan lain sebagainya.”

Gambar 4. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Carissa Araminta, Woo Haram, dan Felicia Theodora, berhasil meraih gelar 1st Runner-Up dalam Clinical Skills Event pada Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 di Surabaya, Indonesia.

Kemampuan delegasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) dalam menghadapi tantangan di dunia industri farmasi turut diuji melalui ajang Industrial Skills Event. Satu tim delegasi UI yang terdiri atas Rafael Juanly, Kelvin Ricardo, Felicia Theodora, dan Woo Haram berpartisipasi dalam kompetisi ini dan berhasil melaju ke babak final berkat proposal yang telah dipersiapkan dengan penuh dedikasi dan kerja keras. Pada akhirnya, tim tersebut berhasil meraih posisi 1st Runner-Up.

Rafael Juanly mengungkapkan bahwa tim melakukan riset sejak jauh hari untuk menentukan praformulasi yang tepat. Selain itu, tim juga berkonsultasi dengan dosen untuk memastikan hasil riset yang dikembangkan dapat diaplikasikan pada tingkat industri. Kemampuan presentasi dan pitching turut diasah sebagai salah satu aspek penting dalam kompetisi ini.

Kelvin Ricardo menambahkan bahwa tim mempersiapkan proposal secara bersama-sama, mulai dari formulasi, pengujian, hingga pembuatan kemasan. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama dosen pembimbing untuk menyusun proposal akhir yang lebih matang. “Perkuliahan di FF UI membantu kami melalui sistem pembelajaran yang berfokus pada studi kasus, khususnya praktikum Teknologi Sediaan Padat. Oleh karena itu, kami tidak terlalu kaget ketika dihadapkan pada kasus yang diberikan dan dapat menganalisisnya dengan cukup baik serta menawarkan solusi yang feasible untuk diterapkan dalam skala industri,” ungkap Kelvin.

Menurut Woo Haram, persaingan dalam kompetisi ini sangat ketat. Para juri yang berasal dari berbagai industri mengajukan pertanyaan mendalam terkait formulasi, produksi, regulasi, hingga kelayakan implementasi produk. Peserta dari berbagai negara juga menunjukkan persiapan yang matang melalui proposal dan presentasi dengan kualitas yang tinggi.

Dalam proses persiapannya, tim menyusun argumen berbasis bukti ilmiah, melakukan telaah literatur, serta mengevaluasi proposal secara berulang. Tim juga merancang kemasan yang menarik, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan target pengguna. Dukungan dari Fakultas Farmasi UI turut memberikan bekal penting bagi tim dalam memahami aspek formulasi, teknologi sediaan, hingga regulasi. “Bimbingan dari Ibu Nia juga membantu tim dalam mengembangkan proposal melalui masukan terkait penelitian dan pengembangan, formulasi, produksi, serta berbagai tahapan pengujian dalam industri farmasi,” ujar Felicia Theodora.

Gambar 5. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Felicia Theodora, Rafael Juanly, Kelvin Ricardo, dan Woo Haram, berhasil meraih gelar 1st Runner-Up dalam Industrial Skills Event pada Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 di Surabaya, Indonesia.

Rangkaian kontribusi delegasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) di APPS 2026 tidak hanya berhenti pada kompetisi akademik dan keterampilan profesional. Melalui Vlog Competition, mahasiswa UI turut menunjukkan kreativitas dan kemampuan komunikasi dalam menyampaikan ide melalui media digital. Salah satu tim delegasi UI, Ayska Mayra Nasution, Carissa Araminta, dan Hanara Azka Rananda, berhasil meraih gelar 1st Runner-Up dalam kompetisi tersebut. 

Hanara Azka Rananda mengungkapkan bahwa tim melakukan brainstorming bersama untuk menentukan konsep video, menyusun skrip dengan alur cerita yang jelas, serta membagi tugas secara proporsional kepada setiap anggota. Persaingan dalam kategori ini juga cukup ketat karena tidak terdapat batasan jumlah peserta. Setelah berhasil melaju ke babak final sebagai salah satu dari enam tim terbaik, tim harus bersaing dengan berbagai vlog lain yang memiliki konsep dan kualitas visual yang menarik.

“Setelah kami lolos ke final, peserta yang lolos juga memiliki vlog yang bagus dan menarik sehingga kami harus melakukan usaha yang lebih besar untuk mendapatkan jumlah like yang paling banyak,” ujar Ayska Mayra Nasution. Carissa Araminta menambahkan bahwa pengalaman selama berkuliah di Fakultas Farmasi UI turut membantu proses persiapan kompetisi, terutama melalui berbagai tugas yang membutuhkan kemampuan menyusun konsep, membuat skrip, melakukan pembuatan video, hingga mengedit video.

Gambar 6. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Hanara Azka Rananda, Ayska Mayra Nasution, dan Carissa Araminta, berhasil meraih gelar 1st Runner-Up dalam Vlog Competition pada Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 di Surabaya, Indonesia.

Tidak hanya bersinar melalui berbagai kompetisi, delegasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) juga menorehkan prestasi dalam bidang organisasi. Felicia Theodora berhasil meraih penghargaan 2nd Best Contact Person dari International Pharmaceutical Students’ Federation Asia Pacific Regional Office atas dedikasi, komitmen, dan kontribusinya dalam menjalankan peran sebagai penghubung antara Fakultas Farmasi UI dan IPSF APRO selama satu periode kepengurusan. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas konsistensinya dalam membangun kolaborasi, mendukung berbagai program organisasi, serta membawa nama baik Fakultas Farmasi UI di tingkat regional.

Gambar 7. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Felicia Theodora, berhasil meraih gelar 2nd Best Contact Person dalam IPSF APRO pada Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026 di Surabaya, Indonesia.

Beragam prestasi yang diraih delegasi Fakultas Farmasi UI dalam APPS 2026 menjadi bukti atas dedikasi, kerja keras, serta kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama masa studi. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Farmasi UI mampu berkompetisi dan berkontribusi di tingkat Asia-Pasifik melalui perpaduan antara kompetensi akademik, keterampilan profesional, kreativitas, serta kemampuan kolaborasi.

Scroll to Top