Fakultas Farmasi

FFUI Selenggarakan Pelatihan Penguji OSCE, Hadirkan Peserta dari 35 Instansi di Seluruh Indonesia

Depok, 10 Januari 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) melalui Program Studi Profesi Apoteker menyelenggarakan Pelatihan Penguji OSCE (Objective Structured Clinical Examination) pada 9–10 Januari 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi penguji OSCE dalam mendukung penyelenggaraan Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) yang merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa profesi apoteker di tingkat nasional.

Pelatihan ini diikuti oleh 90 peserta yang berasal dari 35 instansi/universitas di berbagai wilayah Indonesia. Peserta terdiri atas dosen, preseptor, serta staf pengajar dari Fakultas Farmasi UI dan berbagai institusi pendidikan tinggi farmasi lainnya.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker FFUI, Dr. apt. Catur Jatmika, M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya FFUI dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan OSCE. “Ketersediaan penguji yang kompeten dan memahami standar OSCE sangat penting dalam pelaksanaan UKAI. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan kesiapan institusi dalam menjalankan standar tersebut,” ujarnya.

Pelaksanaan pelatihan terdiri atas sesi pemaparan materi, diskusi, serta simulasi OSCE yang menghadirkan penguji dan pemeran standar. Pada sesi simulasi, peserta mendapatkan pengalaman langsung bagaimana proses OSCE dijalankan, termasuk aspek asesmen dan penilaian terhadap peserta ujian. Kegiatan ini juga melibatkan narasumber dari berbagai institusi sebagai penguji yang kompeten dan memahami standar OSCE serta simulasi OSCE yang menghadirkan kandidat dan pemeran standar.

Manfaat dari kegiatan ini dirasakan secara luas oleh berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan tinggi yang memperoleh peningkatan kesiapan dalam pelaksanaan OSCE serta penambahan tenaga penguji bersertifikat, hingga peserta yang mendapat penguatan kompetensi asesmen klinis sesuai standar nasional. Secara tidak langsung, mahasiswa juga turut mendapatkan manfaat melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan evaluasi keterampilan klinis. Dengan tersedianya tenaga penguji yang memiliki sertifikat dan kompetensi sesuai standar nasional, diharapkan proses uji kompetensi OSCE dapat berjalan terstruktur dan lebih baik.

Pelatihan ini menjadi langkah penting FFUI dalam mendukung peningkatan mutu penguji OSCE sekaligus memperkuat jejaring antar penyelenggara pendidikan farmasi di Indonesia. Dengan tersedianya tenaga penguji yang memiliki sertifikat dan kompetensi sesuai standar nasional, diharapkan proses UKAI OSCE dapat berjalan lebih baik, terstruktur, dan memenuhi persyaratan dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), serta Komite Farmasi Nasional (KFN).

Scroll to Top