Fakultas Farmasi

Dekan FFUI Hadiri Undangan Opening Beauty Science Tech 2026: Sinergikan Riset dan Inovasi Industri

Jakarta, 22 Januari 2026 — Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D., menghadiri undangan acara Opening Ceremony Beauty Science Tech (BST) 2026 yang diselenggarakan oleh ParagonCorp pada Rabu, 21 Januari 2026 bertempat di City Hall Pondok Indah Mall 3.

Beauty Science Tech 2026 merupakan forum tahunan ParagonCorp yang menandai transformasi perusahaan sebagai Purposeful Beauty Tech Company melalui integrasi antara science, technology, dan soul dalam inovasi kecantikan. Forum ini menghadirkan pendekatan berbasis riset, personalisasi data, serta kolaborasi global untuk memperkuat daya saing industri nasional di tingkat internasional

Melalui gagasan “beauty rewired — where science, technology, innovation and soul transform life”, acara ini menekankan peran teknologi sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan inovasi yang berkelanjutan dan inklusif (terlihat pada konten visual undangan acara opening ceremony).

Gambar 1. Pemaparan Materi oleh Dr. Davide Pennino (Co-Founder & CEO Biotix)

Dalam surat undangan yang ditujukan kepada Dekan FFUI, ParagonCorp menyampaikan bahwa sebagai pelaku industri kecantikan terdepan di Indonesia, mereka berkomitmen untuk mengakselerasi transformasi industri melalui research strengthening, inovasi, dan penerapan teknologi industri 4.0. Selain itu, kehadiran akademisi seperti FFUI dianggap strategis dalam membuka ruang kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemangku kepentingan nasional untuk penguatan ekosistem inovasi di Indonesia

Gambar 2. Prof. Silvia Surini (Dekan FFUI) bersama dengan Dr. Davide Pennino

Kehadiran Prof. Silvia dalam acara ini memiliki nilai penting bagi FFUI, terutama dalam konteks perluasan jejaring industri dan pemetaan peluang kolaborasi riset di bidang kosmetik, material baru, formulasi farmasi, teknologi kecantikan, hingga personalisasi berbasis data. Bagi FFUI, keterlibatan akademisi dalam forum seperti BST menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan transfer pengetahuan dari laboratorium ke industri, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan masa depan, serta penguatan riset terapan yang berdampak luas.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Silvia menyampaikan bahwa FFUI menyambut baik ruang dialog antara akademisi dan industri dalam pengembangan inovasi kecantikan berbasis sains.

“Ekosistem inovasi hanya dapat tumbuh apabila ada dialog yang kuat antara akademisi, industri, dan masyarakat. FFUI memandang Beauty Science Tech sebagai ruang penting untuk mempertemukan riset dengan kebutuhan industri, sekaligus mempercepat alih teknologi yang berdampak bagi masyarakat luas.”

Ia juga menambahkan bahwa FFUI terus mendorong kolaborasi interdisipliner untuk menjawab kebutuhan industri masa depan di bidang kesehatan dan kecantikan berbasis teknologi. “Kehadiran FFUI dalam forum seperti ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memperkuat riset strategis, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta membuka peluang kemitraan yang relevan dengan perkembangan industri berbasis sains dan teknologi.”

Partisipasi FFUI dalam Beauty Science Tech 2026 mempertegas posisi fakultas sebagai mitra akademik strategis dalam pengembangan inovasi berbasis sains, sekaligus memperluas kontribusi FFUI dalam memperkuat kompetensi dan daya saing nasional di sektor kesehatan, farmasi, dan kecantikan.

Scroll to Top