
Depok, 3 Mei 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Virtual Open House (VoH) untuk Warga Negara Asing (WNA) yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia secara daring pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi komprehensif mengenai program akademik kepada calon mahasiswa internasional sekaligus memperkuat citra UI sebagai perguruan tinggi bereputasi global.
Dalam kegiatan ini, FFUI menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yaitu Dr. apt. Baitha Palanggatan Maggadani, M.Farm. (Manajer Pendidikan, Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni), Dr. apt. Atika Wahyu Puspitasari, M.Farm. (Ketua Program Studi Sarjana), apt. Ratika Rahmasari, M.Pharm.Sc., Ph.D. (Ketua Program Pascasarjana), serta apt. Erny Sagita, M.Farm., Ph.D. (Koordinator Internasionalisasi Pendidikan dan Layanan Akademik). Kehadiran para narasumber ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem pendidikan, layanan akademik, hingga peluang internasional yang ditawarkan FFUI.
Dalam paparannya, Dr. Erny menyampaikan bahwa FFUI akan membuka berbagai program Single, Joint, dan Double Degree mulai tahun 2027 sebagai bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan. Program-program yang akan segera hadir antara lain:
- Program Kelas Khusus International Single Degree S1 Farmasi UI–University of Queensland
- Program Kelas Khusus Internasional Joint Degree S2 Farmasi Industri UI–University of Queensland
- Program Kelas Khusus Internasional Double Degree S3 UI–Nara Institute of Science and Technology
Program-program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lintas negara dengan dukungan mitra universitas internasional bereputasi, sehingga mahasiswa dapat memperoleh kompetensi global yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut, Dr. Erny menegaskan bahwa FFUI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah global. “FFUI terus berupaya menghadirkan pendidikan farmasi yang adaptif dan berstandar internasional, sehingga lulusan kami tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki daya saing global,” ujarnya.
Dr. Baitha juga menambahkan bahwa bidang farmasi merupakan disiplin ilmu yang sangat luas dan multidisipliner, sehingga mahasiswa perlu memiliki pengalaman belajar yang beragam. “Farmasi tidak terbatas pada satu bidang saja. Mahasiswa perlu membuka diri untuk belajar dari berbagai perspektif dan bahkan lintas negara, karena di situlah kompetensi global dapat terbentuk,” jelasnya.
Partisipasi FFUI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung internasionalisasi Universitas Indonesia serta memperluas akses pendidikan farmasi bagi mahasiswa global.